Antoine Lavoisier
Kehidupan
Lavoisier justru belajar hukum di saat remajanya. Meski dia dapat gelar
sarjana hukum dan diangkat
dalam lingkungan ahli hukum, namun tak sekali pun dia pernah mempraktekkan
ilmunya. Dia juga berkecimpung dalam dunia perkantoran administrasi Perancis
dan pelayanan urusan masyarakat. Tetapi yang dia utamakan giat di dalam Akademi Ilmiah Kerajaan Perancis.
Dia juga anggota Ferme Générale, suatu organisasi yang
berkecimpung dalam dunia urusan pajak.
Akibatnya, sesudah Revolusi
Perancis 1789, pemerintahan
revolusioner teramat mencurigainya.
Akhirnya dia ditangkap, bersamaan dengan dua
puluh tujuh anggota Ferme Generale. Pengadilan revolusi mungkin
tidak terlampau teliti, tetapi proses pemeriksaan berjalan cepat. Pada suatu
hari tanggal 8 Mei 1794 kedua puluh tujuh orang itu diadili, dinyatakan
bersalah dan dipenggal kepalanya dengan guillotine.
Pada saat pengadilan, ada permintaan agar
kasus Lavoisier dipisahkan, seraya mengedepankan sejumlah pengabdian yang sudah
dilakukannya untuk masyarakat dan ilmu pengetahuan. Hakim menolak permintaan dengan komentar
ringkas: "Republik tak butuh orang-orang genius." Ahli matematika
besar Joseph
Louis Lagrange dengan ketus dan tepat membela temannya: "Memang
diperlukan waktu sekejap untuk memenggal sebuah kepala, tetapi tak cukup waktu
seratus tahun untuk menempatkan kepala macam itu pada posisinya semula."
Penelitian
Lavoisier sudah menyusun skema pertama yang
tersusun rapi tentang sistem kimiawi (bekerja sama dengan Berthollet, Fourcroy dan Guyton de Morveau). Dalam
sistem Lavoisier (yang jadi dasar pegangan hingga sekarang) komposisi kimia
dilukiskan dengan namanya. Untuk pertama kalinya penerimaan suatu sistem kimia
yang seragam dijabarkan sehingga memungkinkan para ahli kimia di seluruh dunia
dapat saling berhubungan satu sama lain dalam hal penemuan-penemuan mereka.
Lavoisier merupakan orang pertama yang dengan
gamblang mengemukakan prinsip-prinsip penyimpanan jumlah reaksi benda kimia
tanpa bentuk tertentu: yakni reaksi dapat mengatur kembali elemen yang benar
dalam substansi semula tetapi tak ada hal yang terhancurkan dan pada akhir
hasil berada dalam berat yang sama seperti komponen asal. Keyakinan Lavoisier
tentang pentingnya kecermatan menimbang bahan kimiawi melibatkan reaksi yang
mengubah ilmu kimia menjadi ilmu eksakta dan sekaligus menyiapkan jalan bagi
banyak kemajuan-kemajuan di bidang kimia pada masa-masa sesudahnya.
Lavoisier juga memberi sumbangan dalam bidang
penyelidikan geologi, dan menyumbangkan
pula dalam bobot yang meyakinkan di bidang fisiologi. Dengan percobaan yang
teramat hati-hati (bekerja sama dengan Pierre-Simon
Laplace), dia mampu menunjukkan bahwa proses fisiologi mengenai keringatan atau bersimbah
peluh adalah pada dasarnya sama dengan proses pembakaran lambat. Dengan kata
lain, manusia dan bangsa binatang menimba energi mereka dari proses pembakaran
organik yang perlahan dari dalam, dengan penggunaan oksigen dalam udara yang
dihimpunnya. Penemuan ini saja—yang mungkin arti pentingnya setara dengan
penemuan William
Harvey tentang peredaran darah—sudah cukup mendudukkan Lavoisier
dalan daftar urutan buku ini. Tambahan pula, Lavoisier punya makna amat penting
berkat formulasinya tentang teori kimia sebagai titik tolak tak tergoyahkan
bagi sektor pengetahuan kimia pada jalur yang tepat. Dia umumnya dianggap
sebagai "Pendiri ilmu kimia modern", dan memang dia patut mendapat
julukan itu. "Daftar
Periodik Unsur" modern yang dasarnya merupakan perluasan dari
daftar Lavoisier.
Warisannya
Ilmuwan Perancis hebat Antoine Laurent
Lavoisier merupakan tokoh terkemuka di bidang perkembangan ilmu kimia. Pada
saat kelahirannya di Paris tahun 1743, ilmu
pengetahuan kimia ketinggalan jauh ketimbang fisika, matematika dan astronomi. Sejumlah besar
penemuan yang berdiri sendiri-sendiri sudah banyak diketemukan oleh para kimiawan, tetapi tak satu
pun kerangka teori yang dapat jadi pegangan yang dapat merangkum informasi yang
terpisah-pisah. Pada saat itu tersebar semacam kepercayaan yang tak meyakinkan
bahwa air dan udara merupakan substansi yang elementer.
Lebih buruk lagi, adanya kesalahfahaman mengenai hakekat api. Kepercayaan yang berkembang saat itu adalah
bahwa semua proses pembakaran benda mengandung substansi duga-dugaan yang
disebut "flogiston," dan bahwa selama proses pembakaran,
substansi barang yang terbakar melepaskan flogiston-nya ke udara.
Dalam jangka waktu antara tahun 1754 - 1774, ahli-ahli kimia berbakat seperti Joseph Black, Joseph Priestley, Henry Cavendish dan
lain-lainnya telah mengisolir arti penting gas seperti oksigen, hidrogen, nitrogen dan karbon dioksida. Tetapi,
sejak orang-orang ini menerima teori flogiston, mereka tidak mau memahami
hakikat atau arti penting substansi kimiawi yang telah mereka ketemukan.
Oksigen, misalnya, dipandang sebagai udara yang semua flogistonnya telah
dialihkan. (Sebagaimana diketahui bahwa serpihan kayu lebih sempurna terbakar
dalam oksigen ketimbang dalam udara; mungkin ini akibat udara lebih mudah menghisap
flogiston dari kayu yang terbaru). Jelas, kemajuan nyata di bidang kimia tidak
bisa terjadi sebelum dasar-dasar utamanya dapat difahami.
Adapun Lavoisier yang berhasil dan menangani
bagian-bagian yang menjadi teka-teki menjadi satu kesatuan yang dapat
dibenarkan dan menemukan arah yang tepat dalam teori ilmu kimia. Pada tahap
pertama, kata Lavoisier, teori flogiston sepenuhnya meleset: tidak ada benda
yang namanya flogiston. Proses pembakaran terdiri dari kombinasi kimiawi
tentang terbakarnya barang dengan oksigen. Kedua, air bukanlah barang elementer
samasekali melainkan satu campuran antara oksigen dan hidrogen. Udara bukanlah
juga substansi elementer melainkan terdiri terutama dari campuran dua jenis
gas, oksigen dan nitrogen. Semua pernyataan ini kini tampak gamblang sekarang,
tetapi belum bisa ditangkap baik oleh pendahulu-pendahulu Lavoisier maupun
rekan sejamannya. Bahkan sesudah Lavoisier merumuskan teorinya dan mengajukan
kepada kalangan ilmuwan, toh masih banyak juga pemuka-pemuka ahli kimia yang
menolak gagasan teori ini. Tetapi, buku Lavoisier yang brilian Pokok-pokok
Dasar Kimia (1789), begitu terang dan jernihnya mengedepankan hipotesa ini
dan begitu meyakinkan serta mengungguli pendapat-pendapat lain, barulah
ahli-ahli kimia angkatan lebih muda dengan cepat mempercayainya.
Seraya membuktikan bahwa air dan udara
bukanlah unsur kimiawi, Lavoisier mencantumkan pula dalam bukunya daftar
substansi benda-benda itu yang dianggapnya punya arti mendasar dan bersifat
elementer meski daftarnya mengandung beberapa kekeliruan, daftar unsur kimiawi
modern sekarang ini pada hakekatnya merupakan perluasan dari apa yang sudah
disusun Lavoiser itu.
Sumber: wikipedia.com (bahasa Indonesia)
16.56
Arif Budiharsono

Posted in: 

1 komentar:
I'm aria from IDNtimes. We would like to feature your original photos as part of our content. The credit's still yours and we will put the backlink to your blog. If you feel uncomfortable, please tell us at tania@idntimes.com.
Posting Komentar