Assalamu’alaikum,
1. AL FAATIHAH (PEMBUKAAN)
MUQADDIMAH
Al
Faaatihah pembukaan yang diturunkan
di Mekah dan terdiri daori 7 ayat
adalah surat oyang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surat-surat
yang ada dalam Al-Qur’an dan termasuk
golongan Surat Makkiyah.
Surat
ini disebut “Al Faatihah” (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan
dimulainya Al Qur’an.
Dinamakan “Ummul Qur’an” (induk Al
Qur’an) atau Ummul Kitab” (induk Al Kitab) karena dia me -rupakan induk bagi
semua isi Al Qur’an, serta menjadi inti sari dari kandungan Al Qur’an, dan
karena itu diwajibkan membacanya setiap shalat. Dan memiliki nama “As Sab’ul
matsaany”(tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dibaca berulang-ulang
dalam sholat.
PENUTUP
Al Faatihah ini terdapat pokok
Syari’at Islam (pahami artinya dalam Al Qur’an), kemudian dijelaskan
perinciannya oleh ayat-ayat Al Qur’an yang 113 surat berikutnya.
Lalu persesuaian Al Faatihah dan
“Al Baqarah” dan surat sesudahnya. Di bagian akhir surat “Al Faatihah”
disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke jalan yang
lurus, sedang surat “Al Baqarah” dimulai dengan penunjukan “Al Kitab” (Al
Qur’an) yang sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksud itu.
2. AL BAQARAH (Sapi-Betina)
MUQADDIMAH
Surat “Al
Baqarah” yang 286 ayat itu turun di Madinah yang sebagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijriah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Haji wadaa
(haji Nabi Muhammad s.a.w yang terakhir). Seluruh ayat dari surat Al Baqarah
termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang dari surat-surat
Al Qur’an yang didalmnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).
Surat ini
dinamakan “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi
betina yang diperintahkan Allah S.W.T kepada
Bani Israil (ayat 67 sampai 74), di mana dijelaskan watak Yahudi pada
umumnya. Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (punjak Al Qur’an) karena membuat
beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam ayat lain. Kadang beberapa orang
menamai “alid-laam-miim” karena dimulai dengan Alif-laam-miim.
Pokok-pokok
isinya:
1. Keimanan:
Da’wah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para
musyrikin.
2 2. Hukum-hukum:
Perintah menjalankan shalat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji
dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan
Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim; larangan riba; hutang
piutang; nafkah dan yang berhak menerimanya; wasiyat kepada ibu dan bapa dan
kerabat; hukum sumpah; keajiban menyampaikan amanat; sihir; hukum merusak
mesjid; hukum merubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’,
ilaa’ ; hukum melamar; mahar; larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya;
hukum perang.
3. Kisah-kisah
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s; kisah Nabi Ibrahim a.s; Kisah Nabi Musa
a.s dan kaum Bani Israil.
4. Dan lain-lain
Sifat-sifat
orang yang bertaqwa; sifat-sifat orang munafik; sifat-sifat Allah;
perumpoamaan-perumpamaan; kiblat; kebangkitan sesudah mati.
PENUTUP
1. Dalam surat Al Baqarah disebutkan Nabi Adam a.s yang langsung
diciptakan Tuhan, sedang dalam surat Ali ‘Imran disebutkan tentang
kelahiran Nabi ‘Isa a.s, yang kedua-duanya dijadikan Allah menyimpang dari
kebiasaan.
2. Dalam surat Al Baqarah sifat dan perbuatan orang-orang Yahudi
dibentangkan secara luas disertai dengan hujjah untuk mematahkan hujjah-hujjah
mereka yang membela kesesatan, sedang dalam surat Ali ‘Imran dibentangkan
hal-hal yang serupa yang berhubungan dengan Nasrani.
3. Surat Al Baqarah dimulai dengan tiga golongan manusia , ialah
orang-orang mu’min, orang-orang kafir dan orang-orang munafik, sedang surat Ali
‘Imran dimulai dengan menyebutkan orang-orang yang suka menta’wilkan ayat dan
yang mutasyabihaat dengan ta’wil yang salah untuk memfitnah orang mu’min dan
menyebutkan orang yang mempunyai keahlian dalam menta’wilkannya.
4. Surat Al Baqarah disudahi dengan permohonan kepada Allah agar
diampuni kesalahan-kesalahan dan kealpaan dalam melaksanakan ta’at, sedang
surat Ali ‘Imran disudahi dengan permohonan kepada Allah agar Dia memberi
pahala atas amal kebaikan hamba-Nya
5. Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat orang yang
bertakwa, sedang surat Ali ‘Imran dimulai dengan perintah bertakwa.
3.
ALI’ IMRAN (Keluarga ‘Imran)
MUQADDIMAH
Surat “Ali Imran” yang terdiri
dari 200 ayat, ini adalah surat “Madaniyyah”. Dinamakan Ali ‘Imran karena
memuat kisah keluarga ‘Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi
‘Isa a.s, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam a.s, kenabian dan beberapa
mu’jizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam putri ‘Imran, Ibu dari Nabi
Isa a.s.
Surat Al Baqarah dan Ali’ Imran
ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini
menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian
dan kelahiran Nabi ‘Isa a.s, kedatangan Nabi Muhammad s.a.w dan sebagainya.
Pokok-pokok
isinya ialah:
Pokok-pokok
isinya ialah:
1. Keimanan:
Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang
mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s; ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh
Nabi.
2. Hukum-hukum:
Musyawarah; bermubahalah; larangan melakukan riba;
3. Kisah-kisah:
Kisah keluarga ‘Imran; perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat
diambil dari padanya.
4. Dan lain-lain:
Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat;
sifat-sifat Allah; sifat orang-orang bertakwa; Islam satu-satunya yang diridhai
Allah; kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman /kepercayaan;
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah; perumpamaan-perumpamaan;
peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab; Ka’bah adalah rumah peribadatan yang
tertua dan bukti-buktinya; faedah mengingat Allah dan merenungkan ciptaan-Nya.
(Oke
hari ini sampe surat Ali’ Imran In Sya Allah besok 3 atau 4 surat nambah)
20.37
Arif Budiharsono

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar